12

205 Kata
Kejadian Kala itu “Serang!” Semua klan kompak bersatu maju menyerang klan bulan. Klan bulan kewalahan. Tidak ada pertahanan yang di persiapkan. Satu demi satu penduduk klan bulan mulai tumbang. Serangan demi serangan semakin banyak di terima klan bulan. Raja panik. Usaha yang ia lakukan tidak menolong Klan Bulan sedikitpun. Ia menatap “AAAA.......” “AAAAAAA” Tangisan Axita kembali pecah. Ia seakan tahu bahwa tempat tinggalnya sedang mengalami bahaya. Tangisannya semakin kencang. Ratu segera membawa anaknya keluar istana. Berharap keajaiban seperti sebelumnya terjadi kembali. Satu demi satu pasukan klan yang menyerang kekuatannya mulai melemah. Satu demi satu mundur. Berusaha untuk menyelamatkan diri. Tangisan puti Axita kembali berhasil mengusir mereka. Suaranya begitu memekakan telinga. Mustahil mereka akan selamat jika tetap maju menyerang bulan. Kebahagiaan kembali tergores pada hati Raja Klan Bulan Kekuasaan Rembulan. Raja Rembulan inilah yang menjadi pemimpin di antara raja kekuasaan lainnya dalam klan bulan. Ia bahagia putrinya dapat menolongnya kembali. Raja kekuasaan lain dalam klan bulan pun ikut lega. Bulan akhirnya tidak hancur seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. Bersyukur bulan masih dapat diselamatkan. Bayang bayang ini selalu menghantui kerajaan bulan. Bagaimana tidak. Itu adalah kejadian besar yang selalu raja ingat. Sejak saat itu klen bulan selalu berusaha untuk menjaga rakyatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN