DL-41

1019 Kata

"Kau bercanda, Mavra?" Suara Pustin berubah jadi sedikit meninggi mendengar Mavra mengaku sebagai ayahnya. Mavra menggelengkan kepalanya, "Aku tidak sedang bercanda, Pustin. Malah sekarang aku sedang serius," ujarnya. Pustin tertawa sinis, dia menatap Mavra dengan tatapan bengis. Raut wajah Pustin yang terkenal ramah, sekarang berubah total saat dia bertatap wajah dengan Mavra. Terlebih lagi setelah Mavra mengatakan hal yang menurut Pustin konyol. "Aku tidak menyangka, kau selain jahat dan berhati busuk, kau juga sangat tidak tahu malu. Berani sekali kau mengaku sebagai ayahku." Pustin menatap nyalang ke arah Mavra. "Aku memang benar-benar ayahmu, Pustin. Aku itu Felix, kau harus percaya kepadaku." Mavra menggerakkan tangannya, dia berniat menyentuh tangan Pustin tapi belum sampai Mavr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN