"Kenapa dia mengatakan kalau dia adalah ayahmu, Sayang?" tanya Salsa. "Mungkin dia tahu kalau aku adalah anak dari pria yang dibunuhnya," jawab Pustin geram. "Aneh, jelas-jelas Scott adalah anaknya, kenapa malah mengakui dirimu adalah anaknya?" Salsa pun bingung. "Entahlah, kadang kejamnya hukuman di sana membuat orang kehilangan waras," sahut Pustin tertawa kecil, lalu turun dari tempat tidur. Dia harus bergegas mandi dan kembali bertugas. Beberapa saat kemudian. Pustin menatap dirinya dari pantulan cermin. Tubuhnya masih terbalut dengan seragam yang sama. Sebelum keluar kamar, Pustin membenahi kancing bajunya yang terbuka. "Sayang, kau akan sarapan di rumah 'kan?" tanya Salsa dari ruang makan. Pustin menoleh ke belakang, dia melihat anak pertamanya masih tertidur pulas. Pustin men

