Masyarakat sudah semakin padat dan suara gemuruh meneriakkan protes agar Lucius dibebaskan terus berkumandang. Namun tidak ada tanggapan apapun dari pihak kerajaan, Perdana Menteri dan juga militer. Mereka seolah tutup kuping. Tidak berapa lama kendaraan yang membawa Lucius datang ke kantor pemerintah. Kendaraan ini menuju ke gedung belakang. Mengetahui bahwa Lucius sudah tiba, masyarakat semakin kencang berteriak. Pustin memandangi kejadian ini melalui jendela ruang Konstantin Field. "Aku gugup," ucap Pustin sendiri, tanpa ada yang mendengarnya. Dia sudah bersiap mengenakan jubah dan juga topeng serta sarung tangan kulit. Pustin menghela nafas untuk mengusir rasa gugupnya. Kemudian dia keluar dari ruang Konstantin Field dan berjalan menuju ke altar eksekusi di aula depan kantor pemerin

