Tidak berapa lama datang seorang pria muda berusia 30 tahunan dengan rambut pirang menghampiri mereka berdua, “Maaf aku terlambat.” “Hei, Eddie. Perkenalkan ini Pustinen Luv.” Carol memperkenalkan Pustin kepada Eddie. “Hai, aku Eddie Morant.” Eddie menjulurkan tangannya, “Pustin Luv.” Pustin menjabat tangan Eddie. “Terima kasih, Pustin atas semua informasi yang kau berikan pada Kami,” jawab Eddie. “Ini sebuah berita yang pasti akan menggemparkan,” lanjut Eddie sembari mengeluarkan kertas. Pustin hanya terdiam. Dia menunggu Eddie mempersiapkan semua kertas yang akan digunakan untuk mencatat semua informasi mengenai Abodie In Hell. “Kau baru saja mengeksekusi Lucius Blake?” tanya Eddie lagi. “Ya. Tapi cerita ini tidak akan kau terbitkan di koranmu, bukan?” Pustin khawatir terhadap per

