Bekas Tamparan

1271 Kata

Plak! Elora memegangi pipinya yang baru saja ditampar. Masih terasa panas bekas tamparannya, dan Elora yakin jika pipinya sudah pasti memerah. Ia benar-benar tidak menduga jika Stevan mulai bermain tangan terhadapnya. Bisa dibilang, ini kali pertama ia mendapatkan perlakuan seperti ini dari Stevan. Elora tidak terlihat emosi, ataupun marah. Puan itu juga tidak ada niatan untuk membalas tamparan tersebut. Hanya saja, tatapan matanya benar-benar masih sama seperti sebelumnya, penuh dengan kebencian. Elora benar-benar membenci Stevan melebihi apapun. “Kau pantas mendapatkan tamparan itu, Elora.” ujar Stevan, tidak merasa bersalah sedikit saja. Pria itu menganggap jika Elora memang pantas untuk mendapatkan tamparan darinya, sebagai bentuk hukuman untuk perkataan yang keluar dari mulut ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN