Suara decapan bibir terdengar nyaring di dalam sebuah ruangan yang sengaja dikunci. Dua orang berbeda jenis kelamin itu tengah mereguk kenikmatan bersama di atas sofa panjang. Mona, wanita itu menjauhkan wajahnya tanpa melepaskan tangannya yang mengalung indah pada leher Stevan. Pinggulnya terus bergerak ke atas dan bawah dengan bibir yang terus terbuka. Mona sama sekali tidak malu mengeluarkan desahannya sepanjang penyatuan. “Ahh,” Mona mendesah seraya memutar pinggulnya. Stevan memukul pinggul puan itu cukup kasar, sampai sang empu mendongakkan kepalanya. Namun detik berikutnya wanita itu tersenyum dan menaut bibir Stevan lebih dulu. Pria itu tersenyum setelah menggigit bibir bawah Mona. Ini yang paling ia sukai jika sedang bergumul dengan Mona. Sebab bersama Mona, ia lebih serin

