“Aku tidur duluan kalau begitu, El. Kedua mataku rasanya sudah tidak sanggup lagi. Kau tidak apa kan aku tinggal?” Elora mengangguk seraya meletakkan gelas minumannya yang kosong, sebab baru saja ia tenggak sampai habis. “Ya, kau tidurlah lebih dulu. Jangan sampai menyusahkan aku nanti jika kau ketiduran di sini,” “Ck! Selalu saja begitu. Ya sudah, aku tinggal!” seru Veronica, dan Elora kembali mengangguk mengiyakan. “Tapi El, kau jangan lama-lama di sini. Segera tidur, jangan menunggu Stevan. Dia pasti lembur mendadak,” Elora hanya mengangguk saja, mendengar ucapan dari Veronica. Lagi pula, siapa juga yang mau menunggu Stevan sampai pria itu pulang ke rumah? Jawabannya, tidak! Elora memang tidak bisa tidur. Entah mengapa rasa kantuk itu belum juga datang menghampirinya. Padahal,

