Damian menghentak terus menerus inti tubuh Elora, hingga tubuh puan itu menggeliat tidak nyaman. Kedua tangan Elora pun sampai mencengkeram sprei dengan begitu kuat, untuk mengalihkan rasa yang saat ini ia rasakan. Rasa perih dan nyeri pada inti tubuhnya saat ini benar-benar membuat Elora hampir gila. Damian melakukannya jauh lebih kuat dari biasanya. Benar-benar tidak terkontrol dan sangat berantakan. Sedari tadi pun kedua mata Elora terus menutup, dan kedua pahanya terbuka dengan lebar sampai terasa kebas. Tidak hanya mengoyak milik Elora, pria itu bahkan sesekali mencekik leher puan itu di bawah kunkungannya. Tangan besar itu kembali menampar kedua bongkahan kenyal milik Elora dengan kasar. Bahkan meremasnya kuat hingga puan itu melenguh, dan tubuhnya melengkung akibat digempur dari

