Elora buru-buru keluar dari kamar Damian, begitu pria itu mengajukan pertanyaan yang menurutnya sangat konyol. Elora tidak akan pernah mau menjawab pertanyaan Damian yang satu itu. Sepanjang langkahnya menuju kamarnya sendiri, Elora menyentuh dadanya. Degup jantungnya masih berdetak dengan kencang. Ia benar-benar tidak menduga jika pertanyaan itu akan keluar dari mulut Damian setelah sekian lama. Ia tak akan bisa menjawab pertanyaan yang tidak penting seperti itu. Sangat membuang waktu bagi Elora. Maka dari itu, ia memilih untuk meninggalkan kamar Damian tanpa mengatakan apapun juga. Tapi sialnya, pertanyaan terakhir Damian justru terus-terusan terngiang di dalam pikirannya. Sungguh, Elora benci sekali jika kepalanya dipenuhi dengan hal yang menyulitkannya. “Mulutnya benar-benar te

