“Damian, kau—” “Ayo, ikut ke kamarku!” Damian meraih jemari Elora, lalu menggenggamnya dengan erat. Pria itu membawa Elora pergi ke kamarnya, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu pada sang empu. Elora sendiri juga cukup terkejut dengan aksi Damian yang begitu tiba-tiba. Harusnya memang Elora bisa menolaknya, tapi ia justru diam dan mengikuti kemauan Damian. Sampai pada saat memasuki ruang kamar pria itu, Elora masih terlihat kebingungan. Tapi masih mau-mau saja diajak untuk masuk ke dalam. “Mau apa sebenarnya, Dam?” tanya Elora, sedikit panik saat Damian tiba-tiba saja mengunci pintu kamar tersebut dari dalam. Damian berbalik dengan mata yang menyipit. “Kenapa kau terlihat panik begitu?” tanya balik pria itu. Elora lekas menggelengkan kepalanya dengan cepat. “S—siapa juga

