"Em ... iya, Pak Ren—." Queen tidak melanjutkan ucapannya karena sadar bisa jadi bukan hal yang baik menyebut nama lelaki itu di rumah ini, "iya Pak, ada apa ya?" tanya Queen melanjutkan pertanyaannya yang sempat tertunda. Vanilla yang belum sempat melanjutkan menggambar menatap wajah Queen sambil tersenyum senang, gadis kecil itu begitu bahagia karena Queen yang baru saja berjanji untuk belajar memanggil Yuna dengan sebutan Mama. "Ada hal penting yang harus saya bicarakan sama kamu, ini tentang Gio. Kamu bisa dateng ke cafe Nusantara sekarang?" Queen terdiam sesaat, bukan memikirkan tentang apakah dia punya waktu atau tidak tetapi gadis itu memikirkan apa yang akan lelaki itu bicarakan tentang Gio. "Iya, Pak, saya bisa. mungkin sekitar dua puluh menitan saya sampe sana," jawab Queen t

