Mertamu

1639 Kata

“Sudah, enggak usah banyak pikir.” “Ra, mendingan kita tunggu lo siap saja. Kita ini setia kawan.” Langit menghabiskan minuman yang ada di dalam gelasnya. Aurora hanya bisa pasrah. Dia pun tidak bisa memaksakan kehendak kedua temannya. Akan tetapi, dia juga tidak bisa membuat perjuangan dari Langit sia-sia. Akhirnya, Aurora berusaha untuk tetap melanjutkan project itu. “Begini, kita kerjakan project itu sampai selesai. Setelah itu, gue mau berhenti dulu.” “Ra, kalau enggak lo ikut sampai tahap rekaman saja, nanti untuk yang lainnya biar gue sama Jasmin saja.” Langit memakai tasnya, kemudian memilih untuk pamit pulang. Rasanya, tidak nyaman jika sudah hampir malam, dia masih berada di rumah seorang perempuan. Beberapa menit setelah Langit pulang, Aurora beranjak ke kamar bersama dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN