Aurora tersenyum, matanya menatap ibu dan ayahnya yang masih tidak bergerak. Mereka masih saja mengamati Aurora yang sedang bermain-main dengan bungkus boncabe. Di mana bumbu pedas itu memiliki level kepedasan yang lumayan tinggi. “Tatapannya, biasa saja, dong.” Aurora menuangkan sedikit sepucuk sendok. Kemudian, menghirup aroma bubuk itu dengan begitu nikmat. “Kangen,” sambungnya sembari meletakkan sendok berisi bumbu itu. Mengambil sendok yang masih bersih untuk menikmati makan dengan lauk telur hasil karyanya. Hanya menghabiskan beberapa menit, dia sudah menyelesaikan makanannya. Selesai makan, Aurora tidak lupa untuk meminum air putih. Sembari menunggu orang tuanya yang masih begitu menikmati makanannya, Aurora mengambil pisau untuk mengupas apel yang ada di meja. Tepat saat Aurora

