Tayang

2147 Kata

“Tamu?” lirih Aurora melirik ke arah sofa, akan tetapi perempuan itu belum menyadari orang yang ada di depannya. “Astaga, Pa, kok sudah pulang?” sambung Aurora sembari menutup mulutnya. Dia merasa takut jika pria itu akan marah kepadanya. “Kan, sudah waktunya pulang. Oh iya, kamu dari mana?” tanyanya sembari berjalan menuju salah satu sofa yang ada di ruang tamu. Aurora pun mengikuti langkah kaki dari Bram. Duduk di sofa yang ada di depan ayahnya. Mata Aurora tidak berani menatap pria yang ada di depannya. Pikiran gadis itu pun masih terlalu berkelana dengan sikap apa yang akan keluar dari diri ayahnya. Apakah dia akan mendapatkan sebuah hukuman? Apakah ponselnya akan diambil lagi? Pikiran buruk sudah menghantui sejak sore tadi, benar saja dia sampai di rumah dengan terlambat. Alhasil,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN