Se-hangat Bakso Kuah

1140 Kata

Aurora tidak menggubris perkataan ibunya. Dia merasakan badan yang tidak nyaman. Suhu tubuh yang mulai memanas, membuatnya tidak kuat untuk duduk ataupun berdiri. Merebahkan diri di dalam kamar dengan pintu terkunci. Mengenakan pakaian tipis, sesuai dengan cara menangani tubuh yang sedang masuk angin. Setelah merasa puas dengan tidurnya, Aurora bangun dari ranjang. Merasakan tubuh yang lengket akibat air keringat. Akan tetapi, dia bersyukur tubuhnya mulai membaik. Bergegas mengambil handuk dan pakaian ganti. Membersihkan diri—menyeka. Sepuluh menit kemudian, Aurora keluar dari kamar untuk bergabung dengan kedua orang tua yang masih menikmati tayangan televisi di lantai satu. “Lah, kok …. “ Nilam melepaskan rangkulan dari pria yang sudah menjadi pendamping hidup selama beberapa puluh tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN