Suara kicauan burung terdengar menandakan sang mentari telah kembali bekerja menyinari separuh dunia dari kegelapan malam. Lily terbangun dari tidurnya karena suara gaduh para burung, wanita itu mengerjapkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan pandangan mata. Lily turun dari ranjangnya dan menyibakkan tirai agar cahaya matahari dapat masuk melalui jendela kaca dan menghangatkan tubuh sang wanita. "Hangat," lirih Lily sembari menutup mata merasakan hangatnya sinar mentari yang masuk ke kulitnya. Meregangkan ototnya beberpa kali agar tubuhnya menjadi lebih tenang dan rileks. Ia berjalan ke kamar mandi untuk menunaikan ritual mandi pagi. Menyalakan kran air hangat yang mulai mengisi bathup secara perlahan. Ia mencepol rambutnya asal dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci muka. Ia p

