"Aaaa, Adrian sialan," teriak Lily frustasi. Kenapa juga ia harus memikirkan lelaki itu. "Aku bahkan tidak melakukan sesuatu namun mendapat u*****n," kata Adrian yang datang tiba-tiba. Membuat Lily berjengit karena kaget. "Sejーsejak kapan kau di situ?" tanya Lily tergagap dengan kedatangan Adrian yang mendadak. "Sejak kau mengumpatiku dengan kata 'sialan.'" Adrian masih bertahan di posisinya berdiri menyamping dan menyandarkan punggungnya pada daun pintu. "Oーoh," gagap Lily, ia merasa kikuk karena tertangkap basah. Adrian berjalan mendekat ke kasur Lily dan mendudukkan diri di samping kasur. Adrian menatap Lily agak sinis sebelum akhirnya dia berkata. "Apa?" Lily terlihat kesal. "Harusnya aku yang bilang seperti itu." "Kenapa kau mengumpatiku?" Alis kiri Adrian sempurna terangkat.

