22

1226 Kata

Lily terbangun dari pingsannya, ia melihat ke sekeliling dan hanya mendapati ruangan serba hitam dan bau lumut di mana-mana. Penglihatannya yang tajam mampu membuat ia melihat dengan jelas ruangan yang tampak gelap itu. Sepertinya ruangan yang ia tempati sekarang telah lama ditinggalkan, terbukti dengan banyaknya sarang laba-laba di setiap sudut ruangan serta debu yang membuat hidungnya gatal. "Di mana aku? Kepalaku sangat pusing," monolog Lily. Ia merasa paru-parunya sakit karena dipaksa menghirup udara yang kotor di ruangan tempat ia disekap. Belum selesai ia mengedarkan pandangan ke arah seluruh penjuru ruangan, tiba-tiba pintu terbuka. Lily langsung memfokuskan arah matanya pada pintu. Di depan pintu yang kini terbuka lebar, menampilkan sosok dua orang, Louis beserta Freya. Mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN