Lily terbangun dari pingsannya, ia melihat ke sekeliling dan hanya mendapati ruangan serba hitam dan bau lumut di mana-mana. Penglihatannya yang tajam mampu membuat ia melihat dengan jelas ruangan yang tampak gelap itu. Sepertinya ruangan yang ia tempati sekarang telah lama ditinggalkan, terbukti dengan banyaknya sarang laba-laba di setiap sudut ruangan serta debu yang membuat hidungnya gatal. "Di mana aku? Kepalaku sangat pusing," monolog Lily. Ia merasa paru-parunya sakit karena dipaksa menghirup udara yang kotor di ruangan tempat ia disekap. Belum selesai ia mengedarkan pandangan ke arah seluruh penjuru ruangan, tiba-tiba pintu terbuka. Lily langsung memfokuskan arah matanya pada pintu. Di depan pintu yang kini terbuka lebar, menampilkan sosok dua orang, Louis beserta Freya. Mereka

