Langit tersenyum saat melihat Dhealova berdiri di depannya dengan memakai kebaya berwarna putih yang tadi di pilihnya. Terlihat sangat pas di tubuhnya. Perempuan muda itu nampak anggun dan cantik saat memakainya. "Cantik sekali." ucap Langit lirih. "Apa?" "Eh, maksudnya kebayanya cantik. Iya itu." "Oh." Dhealova mengangguk pelan. "Baiklah, kalau begitu. Aku akan suruh orang membungkusnya." lanjut Dhealova. "Apa kau yakin memilih kebaya itu? Kalau kamu mau, kamu bisa pesan yang lebih bagus dan mahal seperti yang kau inginkan." ucap Langit seraya memberikan kartu untuk membayar pada Dhealova. Laki-laki muda itu heran dengan kebaya pilihan Dhealova. Setiap mereka pergi Dhealova selalu memilih baju yang sederhana dan harga murah. "Aku bukan tipe perempuan yang suka ribet, aku leb

