#ASMARA_TERULANG #Part_15 Sebuah Keputusan Setelah menunaikan dua rakaat tahajud tadi malam, Azkia tak bisa memejamkan mata hingga subuh. Hal itu membuat ia lebih awal menyibukkan diri di dapur, menyiapkan sarapan untuk orang tua dan adiknya. Seperti kebiasaan yang ia lakukan. Gadis itu tampaknya memang ingin terlihat sibuk, agar sejenak bisa melupakan hal-hal yang membuat perasaannya bersedih. “Kamu mau hape yang kayak gimana, Kak? Kesian juga kamu gak punya hape.” Ayah bertanya disela menyantap nasi goreng buatan putrinya. “Gapapa, Yah. Gak usah dibeli,” jawab Azkia tak bersemangat. Ibu yang sedari tadi memperhatikan tingkah putrinya, sejenak terdiam. Masih melihat tingkah Azkia yang lain dari biasanya. Biasanya Azkia selalu semangat kalau ditawarkan sesuatu. Atau malah meneror ib

