#ASMARA_TERULANG #Part_16 Wanita yang Tak Menjadi Pilihan “Jika kau sudah cukup menangis, maka bangunlah dan kembali tegar untuk melangkah.” . Azkia masih mematut diri di depan cermin, ia mengoleskan sedikit lipstik di bibir ranumnya, karena gadis itu memang tak suka berdandan terlalu berat. Hanya bedak dan lipstik tanpa eye shadow, lensa atau make up lainnya. Setelah dipastikan penampilannya benar-benar rapi, ia mengambil tas khusus untuk pesta di dalam lemari. Tunggu! Gadis itu kembali berkaca, sejenak memejamkan mata dan mengembuskan napas perlahan. Tangannya memegang d**a sebelah kiri, memastikan d**a itu berdekat dengan normal. Ia telah berjanji padaku diri sendiri bahwa mulai hari ini ia akan baik-baik saja. Gadis itu akan mulai menata hatinya kembali. All is well. Per

