Offer

1394 Kata

“ Ayo, aku anterin kamu pulang.” ucap Sakha yang kembali mendekati Ines sambil mengulurkan jaket miliknya untuk menutupi pakaian Ines yang sedikit terbuka. “ Sekarang gimana?” tanya Ines. “ Aku boleh tanya sesuatu nggak?” tanya Sakha yang kembali duduk di samping Ines. “ Apa itu?” “ Apa selama ini kamu selalu diam aja saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang lain?” “ Mungkin kamu bakalan mikir kalau saya bodoh. Tapi saya hanya malas untuk ribut, ataupun buat kekacauan. Saya lebih memilih diam daripada harus berdebat untuk membuktikan mereka salah.” jawab Ines dengan sendu. “ Apa mereka berhenti dengan sikap diam kamu?” “ Nggak… Tapi lama- kelamaan saya semakin nggak peduli.” “ Atau pura- pura nggak peduli.” imbuh Sakha yang membantu Ines mengenakan jaket miliknya. “ Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN