Bab 22. Perasaan Aneh

1216 Kata

Dengan alat komunikasi terpasang di telinga, Runa berjalan. Sepasang matanya mengedar, memperhatikan sekitar. Langkah kakinya begitu tegas. Kedua kakinya bergerak cepat menghampiri rangkaian bunga yang tampak sedikit berbeda dengan yang lain. Wanita itu membenahi letak beberapa tangkai bunga hingga tertata lebih rapi dan cantik. Sebagai seorang wedding planner, seharusnya pekerjaannya sudah selesai. Akan tetapi, Runa tidak pernah puas hanya berhenti di tugasnya saja. Ia selalu memastikan pesta yang diharapkan sekali seumur hidup itu berjalan lancar, tanpa ada kendala berarti. Tim yang bertugas di lapangan banyak, dengan tugas masing-masing. Dari mulai yang mengatur parkiran, tamu masuk, semua yang mendetail ada petugasnya masing-masing. Runa menoleh ketika mendengar suara derap langkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN