Di tempat lain, Di sebuah lorong gelap dan bau, tepatnya di bawah sebuah club malam dan kantor milik Christ. Bagian atas yang begitu gemerlap dengan cahaya lampu yang berkelap-kelip, dan meriah dengan dentuman musik yang sangat keras memekak telinga, semua orang bergoyang mengikuti irama, berjingkrak-jingkrak penuh dengan huforia. Keadaan seolah berbanding terbalik dengan ruangan yang kini Claudia berada. Ruang sempit nan gelap, bercahaya lampu remang-remang, pengap, menyesakan saluran pernapasan dan juga sepi tanpa ada alunan musik. Mata Claudia tertutup dengan kain, tangan terikat tali sangat kuat sehingga kedu tangannya susah untuk digerakan sedikit saja. Dan mulutnya terbungkam oleh lakban hitam yang merekat sangat kuat di bibirnya. Hanya telinganya yang ia gunakan sebagai sumber i

