"Tu-tuan?" Katanya sambil meringis kesakitan. "Maafkan saya, Tuan, saya telah lancang menyentuh mangsa anda!" Christ tidak peduli permohonan pengawalnya. Ia terus menekan tangan pengawalnya itu hingga pergelangan tangannya patah, di barengi suara teriakan kencang pengawal itu. Pengawal itu kesakitan, meringis. Tetapi ia berusaha tetap menahan. Ia tahu Christ tidak suka pengawalnya lemah, berjalan merangkak dan memeluk kaki Christ agar laki-laki itu mau mengampuninya. Christ, ia sangat tidak suka bila ada anak buahnya tidak menuruti perintah darinya. Ia termaksud vampir kejam pada siapapun yang tuli dengan peraturan yang ia buat. Termasuk orang kepercayaan maupun keluarga yang mengabdi padanya. Christ menatap tanpa ampun, melihat sangat jijik pada pria berkulit hitam dengan tinggi serat

