Claudia, Gadis itu menangis, awal ia berusaha menahan, pelan lalu terdengar suara isak tangis yang tidak lagi bisa ia tahan. Walter memeluknya dengan erat pinggang Claudia. "Aku tidak tau harus bagaimana, saat aku membencinya, tetapi dia justru mengungkapkan rasa hati padaku," cerita Claudia pada Walter. Pemuda itu sedikit benci saat Claudia mengatakan tentang Hermes di hadapannya. Ekspresi wajah Walter cepat berubah, telinganya begitu sensitif mendengar gadis itu mengatakan nama Hermes. "Iya, aku tau. Aku tau apa yang kau rasakan." Walter melepaskan pelukannya, ia sangat berani meletakkan telapak tangannya ke pipi Claudia. Walter mendongakkan Wajah gadis itu kearahnya. "Dengarkan aku, mulai sekarang lupakan semua yang Hermes katakan. Semua yang aku katakan hanya semata-mata agar kau

