Ia menyernyitkan dahi, berusaha mengerti arah pembicaraan dua laki-laki. Tangan Walter terus memegang tangan Claudia dengan erat. Entah sejak kapan pemuda Rubah itu menyukainya? Tetapi, perasaan Claudia tidak pada siapapun di antara dua laki-laki, antara Hermes dan Walter. Claudia teringat malam itu, malam di mana Hermes masih sangat marah pada pendapat dia, Walter dan Matheus. Seharian itu Hermes tidak keluar kamar. Claudia duduk di tangga sambil menikmati hembusan angin malam yang begitu dingin. Tangannya memegang cangkir berisi coklat panas. Masih terlihat asap mengepul dari dalam gelas itu. Sesekali ia mengesap coklat panas dalam cangkirnya. Ia merasa kesepian, sangat kesepian. Atau tempat itu adalah di mana untuk penampungan orang-orang yang kesepian akibat para vampir yang membun

