Hermes sudah sampai di kediamannya bersama Claudia, Walter dan Christ. Wajah-wajah mereka tampak kelelahan terlihat jelas. "Matheus, di mana kau?" Panggil Hermes melemparkan tasnya ke sofa. Claudia menjatuhkan diri ke sofa, ia sangat kelelahan walau tenagannya belum terlalu banyak yang terkuras. Namun, hati Claudia lah yang tampak lelah setelah harus merasakan kehilangan ayahnya, padahal ia baru saja kehilangan ibunya beberapa minggu yang lalu. Waktu yang belum terlalu lama untuk merasakan kesedihan. Walter duduk pelan-pelan, rasa sakitnya masih terlalu nyeri untuk berjalan cepat. Christ berdiri sambil melihat-lihat keadaan tempat tinggal Hermes, Claudia dan Walter tinggal. Tempat tinggal yang berbanding terbalik dengan tempat tinggalnya yang sangat mewah. Tak ada barang yang berharga ma

