Diana masih di dalam kamar. Ia sedikit syok dengan kejadian semalam. p*********n David terhadapnya terlalu tercepat hingga membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Ia duduk sambil memeluk dirinya sendiri di balik selimut tebalnya. Namun, ada hal lain yang mengganggu dirinya itu. Ia seperti orang linglung, penuh kecemasan dan ketakutan. Seorang pelayan, sedari tadi ia mengetuk pintu dan menunggu Diana membuka pintu. Di tangannya ada segelas darah segar yang aroma amisnya sangat menyengat hidung pelayan itu. Dan ada sandwich daging mentah di balik roti yang tidak di panggang maupun di olesi mentega. Di sampingnya ada dua pengawal menjaga ketat di depan pintu kamar Diana semenjak kejadian semalam. "Nona, nona Diana. Ini saya, buka pintunya. Saya membawakan anda sarapan, kita sarapan dulu, y

