Pedang Matheus, sudah berhasil membunuh kedua vampir itu. Menghunus tepat di d**a vampir-vampir lemah itu. Sisanya, Matheus menghabisi dengan cepat. Sekali tebas, kepala vampire sisanya tergeletak di tumpukan salju putih. Darah-darah itu m*****i putihnya salju. Napas Matheus terengah-engah, pertarungannya tadi sangat menguras tenaga. Apalagi di tangannya ada Hermes yang harus ia jaga di gendongan. Lalu ia memastikan semua sudah mati. Mamasukan pedang kedalam sarungnya. Ia pergi setelah itu, tidak memperdulikan mayat para vampir tergeletak di tumpukan salju. Sebab, vampire-vampire tak lama akan menjadi abu dan menghilang tertiup angin. Ia terus berjalan mencari tempat aman untuk membesarkan Hermes. Di istana manusia serigala. Argos, ia sangat murka pada anak buahnya yang tidak ada satupu

