Argos pulang dengan wajah bermuram durja. Kesal, marah, selalu saja ia pulang dengan keadaan seperti ini bila membicarakan tentang anak laki-lakinya. Ia sangat kesal oleh Christ. Anaknya itu berhasil menghajarnya hingga pingsan cukup lama di tumpukan batu-batu reruntuhan dinding rumah Jennifer. "Tuan, tuan anda kenapa?" Seorang laki-laki kurus dan sedikit tua mengkhawatirkan Argos. Laki-laki berusia ratusan tahun itu tak menjawab. Ia justru sedang asik dengan pikirannya sendiri untuk mencari cara agar bisa membawa Christ kembali ke kerajaannya itu. Dan ia juga bisa memusnahkan Jennifer agar tidak lagi ikut campur urusannya dengan Christ. "Tuan, apa ada yang membuat tuan kesal? Bilang padaku nanti aku akan membereskannya." "Aku tidak apa-apa, pergilah sebelum aku membunuhmu!" Perintah

