Hawa basah seperti duduk di atas danau atau perahu bocor yang terasa di kulitnya. Dia tidak berjengit dengan hawa dingin kulkas yang menggigit pori-porinya. Suara tik tik tetesan air begitu tenang dan stabil. Bagai keran bocor yang tidak diganti. Ada angin dingin yang mengelus tengkuknya. Carmen menggigit pipi demi konsentrasi. Suara dalam dengan nada sarkas tertangkap olehnya menyembunyikan suara air. Nada sarkas itu membuat mage kucing oranye menarik senyum. Aneh memang, tapi dia suka salam sarkas ini. Dia menarik kelopak matanya terbuka. Sesaat membiasakan irisnya atas perubahan kecerahan. Mata kucing bulat berwarna coklat muda miliknya berkilat geli. Dia tahu sosok di depannya marah. Tapi malah itu yang membuatnya ingin tertawa. "Malam kisanak. Tuanku yang paling gagah. Apakah Anda

