bc

Reincarnation to The Cat Realm

book_age18+
89
IKUTI
1K
BACA
reincarnation/transmigration
goodgirl
female lead
magical world
like
intro-logo
Uraian

Reine Liem adalah seorang Cat Fairy. Julukan untuk orang pecinta kucing yang selalu membawa makanan kucing kemanapun dia pergi. Suatu hari Milko, salah satu anak kucingnya sakit. Dokter mengatakan bahwa Milko terkena Panleukopenia, sebuah penyakit disebabkan oleh virus yang menyerang sel darah putih. Kondisi Milko sangat parah. Keesokan harinya Milko tiada.

Reine berduka. Dia berjalan di trotoar dan tersenyum saat melihat kucing kecil berlarian di jalan. Sayangnya kucing itu menyebrang ke jalan ramai kendaraan. Reine melemparkan diri untuk menyelamatkannya. Sebuah truk besar menghantam tubuhnya.

Reine yakin dia sudah mati. Saat dia membuka mata, hal pertama yang Reine lihat adalah seorang anak laki-laki dengan telinga kucing dan ekor belang.

“Meow?”

Reine terdampar di dunia manusia kucing!

Ikuti petualangan Reine di Cat Realm dalam misinya mencari artefak kerajaan yang hilang. Bersama si kecil Milko, si galak Leonio, dan si penyabar Upuy.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1- Reine
Suara jari beradu dengan keyboard mengisi ruangan kantor itu. Sesekali laki-laki di depannya menanyakan beberapa hal untuk mengkonfirmasi data. Setelah selesai dia diminta melihat kamera kecil di atas layar komputer untuk scan wajah. Terakhir ditutup dengan tandatangan di kertas karbon dua lapis. "Baik, Ibu Reine, untuk pencairan bpjs ketenagakerjaan prosesnya lima hari kerja. Jika dalam waktu lima hari belum masuk ke rekening ibu. Silakan hubungi nomor di bawah ini." kata laki-laki di hadapannya sambil melingkari satu nomor di kertas tanda terima. "Ada lagi yang bisa saya bantu?" "Sudah Mas. Terima kasih." Gadis muda berambut pendek sebahu itu berdiri setelah membereskan semua barangnya. Dia berjalan keluar kantor besar perusahaan milik pemerintah itu. Gadis itu berjalan menuju halte busway yang tidak jauh dari sana. Berniat menunggu bis yang akan membawanya menuju kota tempat tinggalnya. Dia akhirnya sampai di kota yang terkenal memiliki salah satu universitas favorit di negaranya, dengan tingkat kemacetan tinggi di jalanan utamanya, yaitu Kota Depok. Gadis itu turun di terminal. Dia kemudian berjalan kaki sambil bersenandung kecil sambil membayangkan musik mengiringinya. Dia tidak terbiasa memakai earphone untuk mendengarkan musik, jadi hanya membayangkan saja di kepala. "Dek Reine, sudah pulang?" sapa seorang ibu-ibu yang berpapasan dengannya di jalan. "Iya Bu." "Pulang kerjanya cepat ya sekarang." "Nggak Bu, saya habis di PHK. Tadi abis ke kota buat nyairin bpjs." "Oh ya ampun. Terus sekarang sudah dapat kerja lagi?" "Belum Bu. Tapi saya buka jasa edit poto online. Lumayan Bu masih dapat pemasukan." "Oh bagus deh kalau begitu. Semoga dek Reine segera dapat kerjaan lagi ya." "Iya Bu, makasih doanya." Reine melanjutkan perjalanan hingga dia sampai di sebuah taman kompleks. Ada pohon payung tinggi besar membuat tempat itu teduh. Beberapa ayunan besi dan sebuah perosotan juga ditaruh di sana. Ada lima bangku panjang yang terbuat dari semen diletakkan dipinggir mengelilingi taman. Reine melihat seekor kucing berwarna putih sedang mengais sampah tidak jauh dari tempatnya berdiri. Reine segera membuka tas. Dia mengeluarkan sebuah botol bekas air mineral yang diisi dengan makanan kucing kering. "Ckckck, Meng, sini." panggilnya pada kucing tadi. Reine sambil menjulurkan tangan yang sudah penuh makanan kucing. Bau amis dari dryfood itu pasti dicium oleh si kucing. Makhluk berbulu itu langsung melompat untuk mendekati Reine. Dia bahkan tidak ragu untuk makan dari tangan gadis itu. Tidak lama setelah si putih makan, banyak kucing jalanan lain bermunculan. Mereka mulai saling bersahutan mengeong pada Reine. "Iya... iya, sini semua. Aku bawa banyak. Sini sini." Reine kemudian menuang makanan kucingnya di lantai semen dibawahnya. Dia menuang di beberapa tempat agar kucing-kucing ini tidak saling berebut. Ada sekitar enam kucing yang mendekatinya dengan bulu berbagai warna. Tapi ada satu yang ingin ikut makan tapi juga takut pada manusia, jadi Reine menuangkan makanan di tempat yang agak dekat dengan kucing itu. Lalu dia menjauh beberapa meter agar kucing tadi tidak merasa takut. Tidak lama, kucing belang tiga itu mendekati makanan yang dituangnya.Senyum lembut terbit di bibir Reine. Dia merasa senang setiap kali bisa memberi makan kucing jalanan. Reine adalah seorang Cat Fairy. Bukan dalam artian dia seorang peri. Cat Fairy yang dimaksud adalah orang yang peduli pada kucing-kucing. Cirinya selalu membawa makanan kucing kemanapun pergi. Seperti itulah Reine. Mau mudik atau jalan ke mall dia pasti akan menyimpan satu botol makanan kucing ditasnya. Setiap weekend dia selalu ke taman ini untuk sekedar bertemu hewan berbulu ini. Ada beberapa yang dia beri nama berdasarkan keunikannya. Seperti yang belang tiga yang takut manusia tadi, dia beri nama ular. Karena kucing itu suka mendesis jika ada yang mendekat. Lalu ada si picek karena matanya satu yang terbuka. Si putih tadi dipanggil Meng. Entahlah, itu hanya asal jeplak dan kucing itu merespon. "Leonio gak pernah ke sini lagi ya? Ada yang tahu gak dia kemana? Meng, kamu tahu gak Leonio kemana?" tanyanya pada kucing-kucing itu. Meng tentu tidak bisa menjawab. Kucing itu hanya mengeong minta tambah makanannya. Leonio sendiri itu adalah kucing anggora yang dibuang majikannya. Bulu aslinya abu-abu, tapi karena terlalu lama tidak ada yang urus, dia jadi sama seperti kucing kampung lainnya. Makan dari mengais-ngais sampah, berkelahi dengan kucing lain, lalu takut pada manusia. Mungkin kucing itu trauma karena majikannya yang dulu menelantarkannya. Biasanya Leonio datang ke sini untuk ikut makan. Tapi sudah beberapa minggu dia menghilang. Reine berharap kucing itu tidak kenapa-napa dan hanya dibawa oleh seseorang yang baik untuk dirawat. Reine akhirnya pulang ke rumah setelah memastikan semua kucing yang dia beri makan sudah kenyang. Dia membereskan sisa-sisa makanan mereka dengan tisu untuk dibuang ke tempat sampah. Semua dia lakukan agar tidak dikomplain penjaga kompleks. Orang yang bersihin taman suka marah-marah kalau ada makanan kucing berantakan. Dia baru membuka pagar saat suara mengeong dari tiga kucing kecil berlarian ke arahnya. Ketiga anabul itu adalah teman berbulunya sejak dia bekerja di rumah. Pekerjaan Reine tidak buruk. Awalnya dia bekerja sebagai administrator di perusahaan swasta. Tapi karena pandemi, perusahaan itu terpaksa memotong karyawan besar-besaran. Jadi Reine mulai beralih menjadi freelancer jasa photo editing lewat website. Uang yang didapatkan di sana sebagian besar dia dedikasikan untuk biaya kucing-kucing yang dirawatnya. Suatu hari, seekor induk kucing memutuskan untuk melahirkan di rumah Reine. Induk kucing itu salah satu kucing kesayangan di gang rumah Reine dan banyak yang memberinya makan. Induk kucing itu diberi nama Mommy karena sudah banyak melahirkan anak kucing, walau rata-rata mati karena kecelakaan atau sakit. Mommy melahirkan tiga ekor bayi kucing yang rapuh yang langsung membuat Reine jatuh cinta. Reine berusaha merawatnya dengan baik walau ayah dan ibunya menolak kehadiran ketiga bayi kucing itu dan menyuruhnya menaruhnya di luar rumah. Reine merasa memiliki tanggungjawab baru atas ketiga bayi tersebut. Dia merawat ketiga bayi itu bersama sang induk kucing hingga mereka berumur empat bulan. Anak pertama bernama Chimy, sangat aktif dan bandel. Kedua Milko, dia sedikit kalem dan suka dibully kakak dan adiknya. Terakhir Xiao Cing, satu-satunya kucing yang wajahnya seperti kucing ras diantara rombongan itu. Dia suka gigit-gigit jempol kaki jika ada orang di dekatnya. Semakin mereka besar dan lucu, semakin orangtuanya sayang pada kucing-kucing ini. Reine merasa lega walau kucing-kucing kecil itu tetap tidak diperbolehkan tinggal di dalam rumah oleh orangtuanya. Ketiga kucing kecil itu sungguh lucu dan menjadi penghibur di rumah. Tapi karena sejak lahir di taruh diluar, anak-anak kucing itu cukup liar. Xiao Cing dan Milko sering berpetualang keluar pagar. Sementara yang paling tua, Chimy sangat suka di dalam rumah. Sebelumnya Chimy sempat sekarat karena anemia. Berhasil sembuh berkat keinginan hidupnya yang tinggi dan perawatan intensif. Karena kelamaan dirawat di dalam rumah, Chimy malah semakin tidak mau keluar pagar. Chimy memiliki bulu dominan putih dengan sedikit warna orange di ekor dan kepala, juga warna hitam di jidat layaknya poni. Milko dominan warna orange menuju coklat dengan paduan putih di moncong dan d**a serta ekor panjang belang abu. Xiao Cing berwajah seperti kucing bengal dengan mata sipit, bulu belang abu-abu dengan motif tegas. Dari ketiga kucing ini, Reine paling sayang pada Milko karena sering dibully saudaranya dan paling kurus sendiri. Milko juga cukup kalem, tidak sebar-bar saudara-saudaranya yang umur empat minggu sudah bisa manjat gorden. "Chimy, Milko, Xiao Cing, udah pada makan belum?" Mereka hanya mengeong sebagai jawaban. Reine berjongkok untuk menuangkan dryfood ke tempat makan yang dia sediakan. Chimy dan Xiao Cing langsung menyeruduk tempat makan itu dengan semangat. Milko yang kalem hanya makan beberapa butir sebelum mundur lagi. Reine melihatnya mengerutkan kening. "Milko, kenapa sayang? Lagi gak pengen makan merek ini? Mau ganti? Apa mau makan tongkol?" Milko hanya duduk dan menumpukan kepalanya pada kedua kaki depannya. Reine khawatir dia tidak nafsu makan, jadi dia segera pergi ke dapur untuk mengambil ikan tongkol mentah. Dia menyodorkannya pada Milko kecil. Kucing itu makan sepotong kecil sebelum diam lagi. "Sayang, lagi sariawan apa? Atau mau wet food?" Ditanya berapa kalipun kucing itu tidak akan menjawab dengan bahasa manusia. "Sini, aku elus sini. Kamu kurus banget sayang. Kapan kamu gendut kayak Xiao Cing hn?" Gumamnya sambil mengelus Milko di pahanya. Milko hanya mengeong kecil. Tapi dia tidak melompat dari pangkuannya. Biasanya kucing itu suka melompat tidak mau digendong. Tapi kali ini dia begitu tenang. Reine senang saja mengelusnya. Milko termasuk kucing yang kurus. Tidak seperti saudaranya yang lain yang mulai agak buncit. Biasanya umur segini kitten cacingan. Reine akan membuat catatan untuk segera membeli obat cacing. .................................................... Reine sedang menyapu lantai rumah saat Milko menyalip masuk ke pintu pagar. Milko pulang ke rumah setelah seharian di luar. Dia berjalan lemas membuat Reine iba dan segera menggendongnya ke dalam rumah. Reine merasa perut Milko semakin menyusut. Memang selama beberapa hari ini Milko terlihat lemas, mencret dan tidak nafsu makan. Jadi Reine memutuskan mencoba melakukan perawatan intensif. "Sebentar sayang, aku beli wet food sebentar ya." Dia membeli wet food dan memberi Milko makan setiap sekian jam. Sore hari badan Milko sangat panas. "Kok badan kamu panas sih sayang." Kata Reine khawatir. "Kamu juga mencret." Dia membuka situs onlin* dan membaca cara mengobati kucing yang demam dan mencret. Setelah membaca dan memastikan bukan hal yang berat, Reine semakin gencar memberinya air minum dan oralit agar tidak dehidrasi. Dia juga memberinya madu untuk membantu tubuh kecil Milko bertarung dengan panas. Reine masih berpikiran positif Milko akan sembuh besoknya. Tapi keesokan harinya, Milko menghilang. "Milko! Milko! Milko dimana kamu dek?" Reine mencarinya ke jalan dan menemukan Milko sudah tergeletak dipinggir jalan dengan banyak lalat mengerubunginya. Bagian duburnya sudah dipenuhi sisa-sisa mencret membuat lalat berkumpul. "Milko!" Teriak Reine histeris. Dada Milko masih naik turun menunjukan dia bernapas, tapi yang jelas dia sekarat. Reine panik dan segera memanggil ojek online untuk ke dokter hewan. "Milko sayang, bertahan dek. Kita ke dokter ya. Sabar ya sayang kita ke dokter ya." katanya sambil panik menunggu ojek panggilan. "Bertahan sayang ya. Please. Dedekku sayang. Ya Tuhan kumohon ya Tuhan. Kuatkan Milko." ujarnya sambil menahan air mata. Tiba di tempat dokter hewan, Reine ingin menangis saat melihat tempat itu tutup selama satu bulan karena orangnya pulang kampung. Tukang ojeknya langsung mengajaknya mencari dokter lain. Tapi di tempat kedua, dokter hewannya baru buka sore hari. Reine menangis sedih. Milko sekarat, dia tidak mungkin menunggu sampai sore hari. Mas ojek tidak tahan melihat Reine putus asa, dia kembali menyemangatinya untuk mencari klinik hewan lain. Akhirnya mereka menemukan klinik yang buka. Dokter hewannya baru ada siang hari, jadi Reine menunggu dengan cemas. Sambil menunggu dokter, perawat di klinik memberikan pertolongan pertama berupa oksigen dan disinari UV karena tubuh Milko sudah dingin. Dokter yang ditunggu datang. Setelah diperiksa dokter mengatakan bahwa Milko terkena Panleukopenia, sebuah infeksi virus yang sangat mematikan. Virus itu akan menginfeksi sel darah putih yang berakibat pada imunitas kucing. Kondisi Milko sudah sangat parah. "Virus ini sangat mematikan buat hewan terutama kucing. Tanda-tandanya memang kucing akan terlihat lemas, tidak nafsu makan, mencret, muntah dan demam. Penyebabnya bisa jadi karena lingkungan yang tidak bersih. Tapi saya jujur, kondisi kucing Mbak sudah parah. Dehidrasinya sudah tinggi dan ada pembuluh darah di kaki yang sudah pecah. Kita akan berusaha semaksimal mungkin Mbak." Bu dokter jeda sejenak. "Mba siap-siap ya untuk yang terburuk." Katanya tegas. Reine hanya bisa menggigit bibir. Dia hanya bisa mengangguk tidak bisa bersuara. Matanya sudah berderai air mata. "Saran saya kalau memang ada kucing lain di rumah, tolong dibersihkan semua kandangnya. Semua tempat makan, minum, bantal tempat pasirnya. Semuanya buat main mereka dibersihin. Takutnya yang lain juga kena. Masa inkubasi virus satu minggu jadi gak langsung kelihatan. Apalagi kalau memang belum pada vaksin F3 dan F4, ya kemungkinan terjangkitnya lumayan tinggi." Reine kemudian diantar untuk melihat Milko. "Milko, semangat ya sayang. Aku sayang Milko. Sayang sekali. Berjuang ya dek. Jangan nyerah ya dek." katanya lirih sambil terus menangis melihat Milko kecil yang di infus. "Milko..." Dia menemani Milko di kandang khususnya selama beberapa saat dan terus membisikan kata-kata penyemangat agar Milko berjuang. Sampai dia harus pulang karena tidak bisa berlama-lama di klinik hewan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rise from the Darkness

read
8.7K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.1K
bc

TERNODA

read
199.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook