Bab 122 - Night Chat

1181 Kata

Malam telah larut. Semua orang sudah mendengkur dalam tidurnya. Mereka tidur menggelar tikar tipis di rumah kayu kecil milik saudara pemilik bengkel. Saling merapatkan tubuh karena udara dingin. Terlihat wajah-wajah lelah mereka yang bekerja keras seharian. Termasuk orang yang habis mengangkat kutukan. Leonio duduk bersila dengan pedang ditaruh di depannya. Dia hanya tidur beberapa menit sebelum memutuskan melakukan meditasi. Energi spiritualnya sedang tidak tenang. Seperti ingin bocor ke segala arah. Dia seharusnya keluar dan melakukan beberapa jurus agar pedangnya tenang. Mungkin keputusan tidak ikut campur dalam urusan masalah kutukan bukan keputusan yang tepat. Tuan Odeng tidak menghancurkannya melainkan hanya memindahkannya. Boneka itu disegel dan disimpan di tempat tertutup. Tapi I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN