22 - Menantu Kesayangan

1203 Kata

Sienna meremat ujung bajunya. Ia memalingkan wajah ke samping, untuk menghindar dari tatapan Galen yang mengintimidasi. Namun, hal itu seolah tak berarti bagi Galen. Ia tetap memajukan wajahnya, mengikis jarak antara dirinya dan Sienna hingga gadis itu semakin tak bisa bergerak. “Kamu belum jawab pertanyaanku. Have you ever kissed before?” Suara pria itu terdengar begitu dalam, asing di telinga Sienna. Saat Galen memajukan wajahnya hingga Sienna dapat merasakan napas hangat di sekitar pipinya, gadis itu seketika menahan napas. Jantungnya seakan ingin meledak. Reaksi tubuhnya begitu luar biasa meski Sienna masih berusaha untuk tidak menunjukkannya pada Galen. “Harusnya belum kan?” lanjut Galen, menjawab pertanyaan yang ia lontarkan sebelumnya. Pria itu semakin memajukan wajahnya. Kali i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN