Bagian 33 POV Nia Mas Rian pasti berbohong. Pasti itu hanya akal-akalannya saja. Tidak mungkin aku mandul. Dan aku juga tidak yakin kalau Mas Rian bisa melupakanku secepat itu. "Tidak mungkin kamu bisa melupakanku secepat itu, Mas. Kamu pasti berbohong, kan? Aku udah lama hidup sama kamu, Mas. Dan aku tahu kalau sedang berbohong." "Kamu tidak percaya? Masuklah ke dalam mobil biar kukenalkan wanita pujaan hatiku itu padamu. Ayo!" Mas Rian memaksaku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku terpaksa menurut. Membuka pintu, lalu duduk di jok depan. Namun, Mas Rian malah mengusirku dan menyuruhku duduk di jok belakang. Tega! "Aku enggak boleh duduk di depan lagi, Mas?" rengekku dengan suara manja. "Enggak boleh! Tempatmu di belakang, bukan di depan." Aku pun menurut. Siapa tahu Mas Rian beru

