“Tentu saja Nona Edelynn, saya sangat ingin mencobanya. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana cara mengirimkan permohonan saya pada mereka?” mata gadis itu begitu berkilatan dipenuhi rasa harap, membuatnya lupa jika harapan terkadang membawa akhir rasa sakit yang mendalam. “Margareth! Apa yang kau lakukan, kenapa kau malah bergunjing dengan pelanggan. Maafkan Margareth Nona, dia selalu tidak sadar pada posisinya.” Belum sempat lawan bicaranya menjelaskan lebih lanjut, Si pemilik toko yang terus ia kutuk itu menyambar keduanya memotong pembicaraan. “Tidak seperti yang dibayangkan Nyonya, aku yang mengajak Margareth berbincang. Menanyakan padanya sebaiknya keik apa yang aku suguhkan di pesta pertemuanku nanti. Aku harap Nyonya memaklumi.” Edelynn memasang badan untuk Margareth namun g

