Page fifty eight - Detective Anderson Tap- "Masuk ke kamar sekarang." Suara langkah kaki yang berasal dari luar kamar terdengar dengan jelas, bersautan dengan suara seorang wanita paruh baya yang terdengar gemetar dan penuh dengan ketakutan. Tatapan mata wanita itu nanar, ia menatap pada anak semata wayangnya yang selalu ia harapkan akan tetap selamat hingga akhir hayat. Anak lelaki miliknya baru menginjak usia sembilan, belum tergolong besar dan tidak lagi bisa dikatakan terlalu kecil. Namun, karena beberapa alasan, wanita paruh baya ini tidak bisa membiarkan anaknya menikmati hidup seperti anak-anak lainnya. Dan karena itu, Si wanita merasa begitu bersalah, ia merasa tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena telah membuat putranya harus hidup dengan cara yang seperti ini. "Tapi Bu,

