26. Sebuah Fakta yang Terkuak

744 Kata

Aku dan Harzi sudah berakhir, Ibnu memang menjadi salah satu alasannya tapi bagiku alasan utamanya adalah karena aku memang tak bisa memiliki perasaan lebih padanya meski aku sudah mencoba berkali-kali dan yang terpenting adalah aku tidak ingin menyakiti Harzi, aku tak cukup pintar untuk melakukan itu padanya. Saat ini, Ibnu sudah berada di hadapanku dengan minuman teh kemasan yang belum ia buka sejak tiga puluh menit yang lalu berada di rumahku. Di samping minumannya ada putung rokok yang sudah ia sesap setengahnya sendirian karena aku pun sejak ia datang belum sama sekali menemuinya. Ibnu duduk di teras, kadang ditemani ayah atau pun Bang Lian yang sedang beramain ke rumahku saat ini. "Mas," aku memanggil Ibnu dan menghentikan tertawaannya bersama Bang Lian. "Abang masuk dulu ya." kat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN