Bab. 26 - Pengakuan

2133 Kata

Jangan pernah berjanji jika ada indikasi untuk mengingkari Jangan pernah terlalu mencintai jika ada kemungkinan tersakiti Jangan pernah berdiam diri jika hati sudah tak mampu lagi bersembunyi *** Pagi-pagi sekitar pukul tujuh lewat, Gavin dan Anisa sudah berada di kota Kudus. Hanya demi ingin makan Lontong Tanjung, Anisa memaksa suaminya untuk berangkat pagi sekali dari Semarang. "Jauh-jauh ke sini cuma mau makan?" keluh Gavin terheran-heran. "Soalnya nggak ada lagi kalau bukan di sini. Rasain dulu baru komentar deh, kan kita nggak setiap saat bisa ke sini, Mas." "Kalau nggak sesuai ekspektasi, kamu tanggung jawab ya?" "Gampang. Apapun buat kamu." Gavin pun mulai menyantap hidangan sederhana yang sudah mereka pesan. Baru sesuap, rasanya lidah pria ini menari-nari keenakan. Aroma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN