Jenie mengerang merasakan kenikmatan yang semakin memuncak. Tubuhnya sudah tak lagi dapat di ajak kompromi, bahkan hanya sekedar menahan desahannya pun ia tak mampu. Sedang Daniel terus menggoda titik-titik sensitive yang ada di pangkal paha Jenie. Dan kini bukan hanya lidah Daniel saja yang bermain, tapi tangannya pun ikut bermain memberikan rangsangan yang membuat Jenie semakin tak karuan. Semakin lama, rasa di dalam diri Jenie semakin memuncak dan siap untuk mengeluarkan lahar panas yang coba di tahannya. Kaki lenjang nan mulus mulai terangkat seolah siap untuk mengeluarkan semua yang ada di dalam dirinya. “Come on, Baby, welcome for me,” kata Daniel sambil terus menggencarkan serangannya pada tubuh yang paling sensitive dalam tubuh Jenie. Jenie terus mengeluarkan desahan-desahan yan

