Bab 31

1052 Kata

Daniel menatap nanar pada tubuh temannya yang kini sudah berlumur darah dan organ bagian dalamnya keluar. Dia tak pernah mengira jika akan menyaksikan hal yang sangat mengerikan tepat di hadapannya dan dirinya bahkan tak dapat melakukan apa-apa untuk menolong Jovan. Puas melihat Jovan meregang nyawa dengan kesakitan yang teramat. Jenie pun mengambil setangkai mawar yang dia simpan di dalam tasnya kemudian melemparkan mawar itu ke atas jasad Jovan yang sudah berlumuran darah dan dengan isi perut terurai keluar. Perlahan Jenie mulai melangkahkan kakinya dengan sangat perlahan, senyuman pun yang terus mengembang di bibirnya. Tujuannya kali ini adalah Daniel, dia tak ingin kehilangan momen yang begitu menyenangkan ini walau hanya sesaat saja. Daniel sedikit beringsut dan berusaha menjauhkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN