Aliska terus mengajak Jenie berbicara mengenai segala hal. Dia melakukan semua itu agar sahabat yang begitu di sayangnya dapat kembali seperti dulu, menjadi gadis yang manis, baik, dan periang. Tapi sayang, sejauh mana Aliska berusaha membuat Jenie normal, Jenie tetap bersikap seperti orang yang tak dikenal Aliska. Jenie tetap bersikap cuek, dingin, kaku, dan datar. Dia seolah tak ingin kehidupannya di ganggu oleh siapa pun. “Jen nonton yuk, ada film baru lho,” kata Aliska dengan wajah cerianya. “Kamu pergi saja sendiri,” kata Jenie tanpa menatap Aliska. “Ayo dong temenin aku Jen, kali ini saja,” kata Aliska dengan seuara manja dan merajuk. “Kamu bukan anak kecilkan, jadi pergi saja sendiri!” kata Jenie dengan mata nyalang menatap Aliska. “Kamu bukan Aliska yang aku kenal, kamu sudah

