Ziya POV Keesokan paginya. Aku bangun seperti biasa pukul 03.00 pagi. Segera ku beranjak untuk mengambil wudlu dan kemudian sholat tahajjud. Baru langkahku sampai di meja makan, ku lihat disana banyak sekali makanan yang tertata di piring. “Banyak sekali makanannya.” Kataku lirih. “Zi, kok bengong?” kejut Mila. “Astaugfirullah Mil, kaget tau..” “Ah ya maaf-maaf. Kamu kok bengong?” “eh endak. Ini aku bingung aja kok banyak makanan. Sisa kemarin malam ya? Kalian beli sebanyak ini??” tanyaku beruntun. “Buset dah, masih jam tiga Zi, kalo tanya satu-satu. Ck!!” katanya. “Hehe maaf-maaf abis aku penasaran sama makanan sebanyak ini.” “Ok, tak jawab plus tak jelasin satu persatu. Semua makanan ini bukan kita yang beli. Ini semua dikasih sama Kak Azril yang pengacara itu semalem s

