KKN dan Takdir 5

1259 Kata

Saat aku tengah berbicara dengan Mbah Siti, tiba-tiba saja kami dikejutkan dengan suara salam. “Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam.” Jawabku dan Mbah Siti bersamaan. “Ka, Kak Azril..” kataku gugup. “Mm maaf sebelumnya mbah, saya tadi mendengar percakapan antara Mbah dan Ziya. Menurut saya yang diucapkan Ziya ada benarnya, Mbah pulang saja bantu Mbah Kakung. Biar nanti Dek Fiannya biar saya dan Ziya yang antar. Mbah Endak usah khawatir. InshaAllah Dek Fiannya gak bakal rewel.” Katanya memastikan. “Beneran ta le, nduk mboten ngrepoti?” “inggih mbah, kita tidak merasa di repotkan kok mbah.” Katanya lagi. “Oalah begitu ya nak.” “Panggil Azril saja mbah.” “Iya, nak Azril oalah kalau begitu mbah ngucapin matur suwun banget. Kalau begitu mbah titip Fian ya. Matur suwun sanget

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN