PDA 21 . Aluna terdiam mendengar penuturan Abian. Sejenak ia berpikir untuk kalimat yang baru saja ia dengar. Lalu, sebuah rencana jahat muncul di pikirannya. Abian dan Haura harus ikut merasakan kehancuran seperti dirinya, atau ketiganya harus hancur sekalian. Mungkin tak membuat hati Aluna sembuh, tapi setidaknya mereka harus mengerti apa itu rasa sakit. "Lima puluh persen?" Aluna menyunggingkan senyum sinisnya. Ia bisa mendapatkan lebih dari itu dari orangtuanya. Abian mengangguk. Begitu syarat warisan ditandatangani oleh ayahnya, maka separuh dari kekayaannya akan menjadi milik Aluna. Tak ada pilihan lain, jika memang Aluna ingin berdamai dengan hartanya. Aluna menggeleng. Terlalu sedikit jumlah yang Abian sebutkan. "Aku mau 90% dari keseluruhan," ucapnya. Abian terkejut mende

