Bab 20 . "Abian!" Aluna berteriak lagi memanggil nama itu. Tangisannya semakin terdengar menyedihkan. Memperlihatkan semua kelemahan yang saat ini ia hadapi. Haura masih terdiam, tapi sedikit melangkah ingin mendekat pada Aluna. Namun, langkahnya terhenti saat Aluna menatap tajam padanya dengan mata yang basah. Haura takut. Ia takut rasa kedekatannya semakin membuat Aluna terluka. Rasa tahu diri juga membuat langkahnya terhenti, ia tak ingin lebih membuat patah di hati Aluna. Sementara Abian masih menggenggam ponsel Aluna. Tak bisa dipungkiri ada hati yang merasa lega saat melihat bahwa ternyata Aluna tak mengirimkan bukti itu ke orangtuanya. Beberapa kali Abian memutar ulang video itu, yang terlihat hanya foto-foto Aluna dari kecil menggemaskan hingga momen ia wisuda, diedit menjadi

