Malam Yang Mencekam

1400 Kata

"Antara senang dan sedih sih, Mas.” “Kenapa?” Aluna terjaga di tengah malam. Seperti hampir setiap malam sebelumnya, ia tak mendapati Abian di sampingnya. Ia tahu Abian pasti sedang berada di kamar Haura. Abian memang tak meninggalkan Aluna dalam waktu yang lama, karena takut perempuan itu curiga. Namun, karena Aluna sudah mengetahui semuanya, jadi ia selalu menunggu saat Abian diam-diam keluar dari kamar. Atau Aluna sudah tertidur, tapi alam bawah sadarnya terus meminta untuk mencari tahu kapan Abian akan keluar, sebab itu ia selalu tidur dalam keadaan tidak nyenyak. Malam ini, Aluna kembali terjaga dan tak mendapati Abian di sampingnya. Ia turun dari ranjang dan membuka pintu. Sebelumnya Aluna telah memeriksa di kamar mandi, pintu itu tak terkunci, menandakan tak ada Abian di sana. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN