Sebatangkara

1375 Kata

PDA 25 . Malam telah beranjak begitu pekat. Gelap menyelimuti seluruh perkampungan yang masih minim penerangan jalan. Perkebunan teh juga tampak diselimuti malam, hanya pucuk kegelapan yang sedikit disinari cahaya rembulan. Haura telah tertidur di tempat nenek biasanya tidur. Ia memeluk guling yang biasa dipakai nenek agar tetap bisa merasakan kehadirannya. Bahkan pipi gadis itu masih basah karena habis menangis lagi mengingat takdirnya, lalu tanpa sadar ia tertidur saking lelahnya. Di malam yang begitu gelap dan sunyi, ia merasa begitu kesepian dan ketakutan. Menyakitkan. Sesekali masih terdengar isak kecilnya dalam mata yang terpejam itu. Nyanyian binatang malam bahkan tak bisa menyadarkan Haura dari tidurnya. Namun, tiba-tiba dalam kondisi setengah sadar itu ia mendengar suara ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN